{"id":26770,"date":"2025-01-06T08:35:05","date_gmt":"2025-01-06T08:35:05","guid":{"rendered":"http:\/\/landingpage.jubelio.store\/?p=26770"},"modified":"2025-01-06T08:35:05","modified_gmt":"2025-01-06T08:35:05","slug":"apa-itu-reorder-point","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/?p=26770","title":{"rendered":"Apa Itu Reorder Point? Simak Penjelasan dan Manfaat untuk Bisnis"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam dunia manajemen persediaan, penting untuk memiliki sistem yang efisien guna memastikan ketersediaan barang tanpa menambah biaya berlebihan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Salah satu konsep yang sangat membantu dalam hal ini adalah <em>reorder point<\/em> atau titik pemesanan ulang. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em>Nah, <\/em>di artikel ini akan membahas apa itu reorder point, bagaimana cara menghitungnya, dan mengapa hal tersebut sangat penting untuk keberhasilan bisnis kamu.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt; color: #000000;\"><strong>Apa Itu Reorder Point?<\/strong><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"text-decoration: underline;\"><strong><a style=\"color: #000000; text-decoration: underline;\" href=\"https:\/\/www.zoho.com\/inventory\/academy\/inventory-management\/what-is-a-reorder-point.html\">Reorder point adalah<\/a><\/strong><\/span> level stok minimum pada suatu barang yang menandakan kapan sebuah barang perlu dipesan kembali untuk mencegah kehabisan stok. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Titik ini menentukan kapan pemesanan ulang harus dilakukan sehingga persediaan tidak habis, dan bisnis tetap berjalan lancar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jika disimpulkan, <strong>Reorder Point (ROP)<\/strong> adalah titik atau level persediaan pada suatu sistem manajemen inventaris di mana perusahaan atau organisasi harus memesan kembali barang atau bahan untuk menghindari kekurangan stok. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Nantinya, reorder point ini menunjukkan kapan waktu yang tepat untuk melakukan pemesanan agar persediaan tidak habis sebelum pesanan baru tiba.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Adapun tujuan dari penggunaan reorder point adalah untuk memastikan bahwa persediaan tidak akan habis sebelum pengiriman berikutnya datang, menjaga kelancaran operasi tanpa kelebihan atau kekurangan stok.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt; color: #000000;\"><strong>Pentingnya Reorder Point untuk Bisnis<\/strong><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Menjaga stok barang yang tepat sangat penting. Jika barang habis sebelum pesanan datang, ini bisa mengganggu operasi bisnis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"> Sebaliknya, jika barang terlalu banyak, maka perusahaan akan terjebak dengan biaya penyimpanan dan pengelolaan stok yang tinggi. Dengan mengatur reorder point, kamu bisa meminimalisir risiko kehabisan stok atau kelebihan persediaan.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt; color: #000000;\"><strong>Faktor yang Mempengaruhi Reorder Point<\/strong><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Secara keseluruhan, reorder point dipengaruhi oleh kombinasi faktor internal dan eksternal yang dapat bervariasi dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Maka dari itu, dibutuhkan pemahaman yang baik tentang faktor-faktor ini membantu perusahaan untuk mengelola persediaan secara efektif, menghindari kehabisan stok, dan meminimalkan biaya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berikut ini, beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menghitung reorder point dalam manajemen persediaan termasuk:<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt; color: #000000;\"><strong>1. Lead Time<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Lead time adalah waktu yang dibutuhkan dari saat pemesanan hingga barang diterima di gudang. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Semakin lama lead time, semakin tinggi reorder point yang diperlukan karena perusahaan harus memesan lebih awal untuk menghindari kehabisan stok selama waktu tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Contohnya, jika lead time untuk barang tertentu adalah 5 hari, maka perusahaan harus memastikan persediaan cukup untuk memenuhi permintaan selama 5 hari.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt; color: #000000;\"><strong>2. Konsumsi atau Permintaan Rata-rata<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Permintaan rata-rata adalah jumlah barang yang digunakan atau terjual dalam periode tertentu. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jika permintaan lebih tinggi, reorder point akan lebih tinggi, karena perusahaan harus mengantisipasi penggunaan barang yang lebih cepat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Misalnya,\u00a0barang terjual 50 unit per hari, dan lead time adalah 3 hari, maka permintaan selama 3 hari adalah 150 unit.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt; color: #000000;\"><strong>3. Safety Stock (Stok Pengaman)<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Safety stock adalah jumlah stok tambahan yang disiapkan untuk menghadapi ketidakpastian dalam permintaan atau lead time. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Fungsi Safety stock adalah untuk menghindari kekurangan persediaan jika terjadi fluktuasi mendadak pada permintaan atau keterlambatan pengiriman.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\"><em><strong>Baca juga: <\/strong><strong><a style=\"color: #000000;\" href=\"http:\/\/landingpage.jubelio.store\/apa-itu-safety-stock-manfaat-dan-cara-menghitung\/\"><em><strong>Apa<\/strong><\/em> itu Safety Stock, Manfaat, dan Cara Menghitung<\/a><\/strong><\/em><\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt; color: #000000;\"><strong>4. Variabilitas Permintaan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jika permintaan barang tidak stabil atau fluktuatif, maka reorder point juga perlu disesuaikan untuk mengatasi ketidakpastian tersebut. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Semakin besar variabilitas permintaan, semakin tinggi safety stock yang dibutuhkan, yang pada gilirannya akan meningkatkan reorder point.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\">5. <strong>Variabilitas Lead Time<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Seperti halnya permintaan, lead time juga bisa bervariasi. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jika waktu pengiriman tidak pasti atau sering berubah, maka perusahaan harus menambah safety stock untuk mengatasi ketidakpastian dalam waktu pengiriman.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\">6. <strong>Kebijakan dan Strategi Persediaan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Strategi manajemen persediaan, seperti apakah perusahaan menggunakan sistem just-in-time (JIT) atau safety stock tinggi, juga akan mempengaruhi reorder point. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">K<\/span><span style=\"color: #000000;\">ebijakan pengelolaan persediaan ini mempengaruhi kapan dan seberapa banyak barang yang perlu dipesan ulang.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\">7. <strong>Kapasitas Penyimpanan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kapasitas gudang atau tempat penyimpanan barang juga dapat mempengaruhi keputusan mengenai reorder point.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Apabila kapasitas terbatas, perusahaan mungkin lebih cenderung mengurangi stok untuk menghindari kelebihan persediaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sebaliknya, jika kapasitas penyimpanan lebih besar, mereka mungkin cenderung menjaga stok lebih banyak, mempengaruhi reorder point.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\">8. <strong>Biaya Pemesanan dan Biaya Penyimpanan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Biaya terkait dengan pemesanan ulang (misalnya, biaya pengiriman) dan biaya penyimpanan persediaan (misalnya, biaya gudang) akan memengaruhi keputusan tentang kapan dan berapa banyak barang yang harus dipesan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jika biaya penyimpanan tinggi, perusahaan mungkin ingin memesan lebih sering dengan jumlah lebih kecil, yang mempengaruhi reorder point.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\">9. <strong>Harga dan Diskon Pemasok<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jika pemasok memberikan diskon untuk pembelian dalam jumlah besar atau penawaran harga khusus pada periode tertentu, perusahaan mungkin akan menyesuaikan reorder point untuk memanfaatkan peluang tersebut.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\">10. <strong>Musim atau Tren Permintaan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jika produk tertentu memiliki pola musiman atau tren permintaan yang dapat diprediksi, perusahaan perlu menyesuaikan reorder point agar dapat mengantisipasi lonjakan atau penurunan permintaan selama periode tersebut.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt; color: #000000;\"><strong>Cara Menghitung Reorder Point<\/strong><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perhitungan reorder point, yaitu:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Lead time<\/strong>: Waktu yang dibutuhkan untuk memesan dan menerima produk dari pemasok.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Demand rate<\/strong>: Jumlah rata-rata produk yang terjual dalam periode waktu tertentu.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Rumus untuk menghitung reorder point adalah:<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Reorder Point = (Lead Time) x (Demand Rate per Hari)<\/strong><\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Contoh:<\/span><\/p>\n<p>Misalnya, jika perusahaan memerlukan <strong>100 unit<\/strong> barang setiap minggu dan lead time untuk pengiriman adalah <strong>2 minggu<\/strong>, maka reorder point adalah <strong>200 unit (100 unit x 2 minggu). <\/strong><\/p>\n<p>Jika perusahaan juga ingin memilik<strong>i 50 unit<\/strong> sebagai safety stock, maka reorder point total menjadi <strong>250 unit.<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dengan memahami dan mengelola reorder point sangat penting untuk menghindari masalah kehabisan stok atau terlalu banyaknya persediaan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tentunya, menghitung reorder point yang akurat, bisnis dapat menjaga kelancaran operasional dan mengoptimalkan manajemen persediaan.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam dunia manajemen persediaan, penting untuk memiliki sistem yang efisien guna memastikan ketersediaan barang tanpa menambah biaya berlebihan. Salah satu konsep yang sangat membantu dalam hal ini adalah reorder point atau titik pemesanan ulang. Nah, di artikel ini akan membahas apa itu reorder point, bagaimana cara menghitungnya, dan mengapa hal tersebut sangat penting untuk keberhasilan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":26773,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[44,5854],"tags":[7382,7386,7380,7388,7384,7390],"class_list":["post-26770","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-insight-bisnis","category-inventory-management","tag-apa-yang-dimaksud-reoder-point","tag-contoh-reorder-point","tag-reoder-point","tag-reorder-point-dan-safety-stock","tag-reorder-point-rumus","tag-rumus-reorder-point"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa Itu Reorder Point? Simak Penjelasan dan Manfaat untuk Bisnis - Jubelio<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Mengenal apa itu reorder pointm peranan dalam manajemen inventaris, dan cara menghitung reorder point yang tepat untuk bisnis\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/?p=26770\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa Itu Reorder Point? Simak Penjelasan dan Manfaat untuk Bisnis - Jubelio\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mengenal apa itu reorder pointm peranan dalam manajemen inventaris, dan cara menghitung reorder point yang tepat untuk bisnis\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/?p=26770\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Jubelio\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-01-06T08:35:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/landingpage.jubelio.store\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/jubelio-blog-cover-apa-itu-reoder-point-1024x683.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"683\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Darin Rania\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Darin Rania\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/?p=26770#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/?p=26770\"},\"author\":{\"name\":\"Darin Rania\",\"@id\":\"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/#\/schema\/person\/356b5e210f4055d59b7dbc723852cb8e\"},\"headline\":\"Apa Itu Reorder Point? Simak Penjelasan dan Manfaat untuk Bisnis\",\"datePublished\":\"2025-01-06T08:35:05+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/?p=26770\"},\"wordCount\":840,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/?p=26770#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/jubelio-blog-cover-apa-itu-reoder-point.png\",\"keywords\":[\"apa yang dimaksud reoder point\",\"Contoh Reorder Point\",\"reoder point\",\"Reorder point dan Safety stock\",\"Reorder point rumus\",\"Rumus Reorder point\"],\"articleSection\":[\"Insight Bisnis\",\"Inventory Management\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/?p=26770\",\"url\":\"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/?p=26770\",\"name\":\"Apa Itu Reorder Point? Simak Penjelasan dan Manfaat untuk Bisnis - Jubelio\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/?p=26770#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/?p=26770#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/jubelio-blog-cover-apa-itu-reoder-point.png\",\"datePublished\":\"2025-01-06T08:35:05+00:00\",\"description\":\"Mengenal apa itu reorder pointm peranan dalam manajemen inventaris, dan cara menghitung reorder point yang tepat untuk bisnis\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/?p=26770#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/?p=26770\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/?p=26770#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/jubelio-blog-cover-apa-itu-reoder-point.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/jubelio-blog-cover-apa-itu-reoder-point.png\",\"width\":4168,\"height\":2780,\"caption\":\"apa itu reoder point\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/?p=26770#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"http:\/\/landingpage.jubelio.store\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa Itu Reorder Point? Simak Penjelasan dan Manfaat untuk Bisnis\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/#website\",\"url\":\"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/\",\"name\":\"Jubelio\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/#organization\",\"name\":\"Jubelio\",\"url\":\"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/Logo-Jubelio.svg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/Logo-Jubelio.svg\",\"width\":235,\"height\":36,\"caption\":\"Jubelio\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/#\/schema\/person\/356b5e210f4055d59b7dbc723852cb8e\",\"name\":\"Darin Rania\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cf2e1c49cc71e04f9b4e0f9a3cec4bcf2f709ce04686a90e12467394bda9a6c1?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cf2e1c49cc71e04f9b4e0f9a3cec4bcf2f709ce04686a90e12467394bda9a6c1?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Darin Rania\"},\"url\":\"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/?author=2\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa Itu Reorder Point? Simak Penjelasan dan Manfaat untuk Bisnis - Jubelio","description":"Mengenal apa itu reorder pointm peranan dalam manajemen inventaris, dan cara menghitung reorder point yang tepat untuk bisnis","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/?p=26770","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Apa Itu Reorder Point? Simak Penjelasan dan Manfaat untuk Bisnis - Jubelio","og_description":"Mengenal apa itu reorder pointm peranan dalam manajemen inventaris, dan cara menghitung reorder point yang tepat untuk bisnis","og_url":"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/?p=26770","og_site_name":"Jubelio","article_published_time":"2025-01-06T08:35:05+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":683,"url":"http:\/\/landingpage.jubelio.store\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/jubelio-blog-cover-apa-itu-reoder-point-1024x683.png","type":"image\/png"}],"author":"Darin Rania","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Darin Rania","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/?p=26770#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/?p=26770"},"author":{"name":"Darin Rania","@id":"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/#\/schema\/person\/356b5e210f4055d59b7dbc723852cb8e"},"headline":"Apa Itu Reorder Point? Simak Penjelasan dan Manfaat untuk Bisnis","datePublished":"2025-01-06T08:35:05+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/?p=26770"},"wordCount":840,"publisher":{"@id":"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/?p=26770#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/jubelio-blog-cover-apa-itu-reoder-point.png","keywords":["apa yang dimaksud reoder point","Contoh Reorder Point","reoder point","Reorder point dan Safety stock","Reorder point rumus","Rumus Reorder point"],"articleSection":["Insight Bisnis","Inventory Management"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/?p=26770","url":"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/?p=26770","name":"Apa Itu Reorder Point? Simak Penjelasan dan Manfaat untuk Bisnis - Jubelio","isPartOf":{"@id":"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/?p=26770#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/?p=26770#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/jubelio-blog-cover-apa-itu-reoder-point.png","datePublished":"2025-01-06T08:35:05+00:00","description":"Mengenal apa itu reorder pointm peranan dalam manajemen inventaris, dan cara menghitung reorder point yang tepat untuk bisnis","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/?p=26770#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/landingpage.jubelio.store\/?p=26770"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/?p=26770#primaryimage","url":"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/jubelio-blog-cover-apa-itu-reoder-point.png","contentUrl":"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/jubelio-blog-cover-apa-itu-reoder-point.png","width":4168,"height":2780,"caption":"apa itu reoder point"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/?p=26770#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"http:\/\/landingpage.jubelio.store\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa Itu Reorder Point? Simak Penjelasan dan Manfaat untuk Bisnis"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/#website","url":"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/","name":"Jubelio","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/#organization","name":"Jubelio","url":"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/Logo-Jubelio.svg","contentUrl":"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/Logo-Jubelio.svg","width":235,"height":36,"caption":"Jubelio"},"image":{"@id":"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/#\/schema\/person\/356b5e210f4055d59b7dbc723852cb8e","name":"Darin Rania","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cf2e1c49cc71e04f9b4e0f9a3cec4bcf2f709ce04686a90e12467394bda9a6c1?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cf2e1c49cc71e04f9b4e0f9a3cec4bcf2f709ce04686a90e12467394bda9a6c1?s=96&d=mm&r=g","caption":"Darin Rania"},"url":"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/?author=2"}]}},"lang":"id","translations":{"id":26770},"pll_sync_post":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26770","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=26770"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26770\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26776,"href":"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26770\/revisions\/26776"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/26773"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=26770"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=26770"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/landingpage.jubelio.store\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=26770"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}